Cerita cinta di balik festival tanabata
" Perpisahan hadir untuk menghargai pertemuan "
Dari sekian banyak festival di jepang, Tanabata matsuri merupakan salah satu festival yang cukup terkenal karena asal usul nya yang cukup menyedihkan sekaligus mengharukan. Festival ini di dasari oleh sebuah cerita legenda rakyat jepang yang menceritakan tentang kisah cinta abadi antara putri orihime dengan seeorang pria pengembala sapi bernama hikoboshi.
Dahulu, di langit yang luas, tinggalah seorang putri bernama orihime. ia memiliki keahlian yang begitu lihai dalam menenun kain surga. putri orihime memiliki seorang ayah yang adalah seorang penguasa langit. Hari hari nya sang putri habiskan hanya untuk menenun kain tanpa henti, dia tidak pernah memiliki waktu untuk bertemu dengan siapapun dan sering terlihat kesepian. Sang ayah yang melihat kesedihan di mata anak semata wayang nya pun mulai mencari cara agar sang anak kembali bergembira. maka terpikirlah sebuah ide di benak sang ayah untuk memperkenalkan horihime dengan seorang pria pengembala sapi bernama hikiboshi.
Pertemuan mereka ibarat dua bintang yang akhirnya bertabrakan, mereka langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. mereka segera menikah dan menjalin hidup yang bahagia. saking bahagia nya mereka sampai melupakan kewajiban yg telah mereka pegang sebelum nya. orihime berhenti menenun kain yang indah dan hikiboshi membiarkan sapi sapi nya berkeliaran tak terurus. akibatnya alam menjadi kacau, langit kehilangan warna nya dan sapi sapi dewa menyebar kemana mana.
sang ayah murkah, langsung mengambil tindakan. ia pun memisahkan kedua kekasih itu dengan menempatkan mereka di kedua sisi sungai langit yang luas dan deras. Orihime pun menangis dalam kesedihan yang amat mendalam, ia menangis tiada henti. melihat hal tersebut sang ayah pun menjadi luluh hati nya. Ia pun mengizinkan orihime dan hikiboshi bertemu kembali tapin hanya satu tahun sekali dan pertemuan itu tepat pada tanggal 7 jully.
sang ayah murkah, langsung mengambil tindakan. ia pun memisahkan kedua kekasih itu dengan menempatkan mereka di kedua sisi sungai langit yang luas dan deras. Orihime pun menangis dalam kesedihan yang amat mendalam, ia menangis tiada henti. melihat hal tersebut sang ayah pun menjadi luluh hati nya. Ia pun mengizinkan orihime dan hikiboshi bertemu kembali tapin hanya satu tahun sekali dan pertemuan itu tepat pada tanggal 7 jully.
Namun ada satu masalah besar, sungai langit tidak memiliki jembatan. ini membuat orihime dan hikiboshi kesulitan bertemu, hinngga akhirnya datang lah segerombolan burung murai yang datang membantu. para burung terharu melihat kisah cinta kedua sepasang kekasih tersebut, dengan senang hati para burung terbang dan membentuk jembatan sayap di atas sungai bintang, memungkinkan orihime dan hkiboshi bertemu dan berpelukan satu sama lain.
![]() |
| https://wpmedia.japanesegarden.org/w:auto/h:auto/q:mauto/https://japanesegarden.org/wp-content/uploads/2023/05/Tanabata-070917-image-076-scaled.jpg |
Festival tanabata hadir untuk memperingati pertemuan singkat antara dua sepasang kekasih tersebut, yakni tepat pada tanggal 7 july. Namun makna dari festival tanabata sendiri lebih dari sekedar ksah cinta, festival ini menjadi simbol harapan dan cita cita bagi mereka yang merayakan. setiap festival ini di adakan, orang orang akan berbondong bondong (baik tua maupun muda) untuk menuliskan harapan dan cita cita mereka dalam secarik kertas (tanzaku) dan menggantung nya pada pohon bambu. tak jarang jalanan di jepang akan di penuhi oleh bambu yang di gantungi tanzaku setiap tanggl 7 jully. Nanti, setelah festival selesai dekorasi bambu tadi akan di bakar dalam upacara api di kuil shinto. ritual ini di sebut nagashi bina yang mana ini melambangkan pengembalian harapan dan doa kepada alam semesta.
![]() |
| https://i.pinimg.com/1200x/52/6b/a6/526ba6845b9c737f04b53a7cd3e0b8e8.jpg |
Cukup menyedihkan juga ya kisah cinta mereka? tetapi dari semua itu ada hikmah yang dapat kita petik. yakni adalah bahwasannya kehidupan memerlukan yang nama nya keseimbangan di antara keharmonisan, tanggung jawab dan kebahagiaan. karena jika kita mengabaikan kewajiban hanya demi kesenangan ataupun sebalik nya, dapat menimbulkan konsekuensi yang menganggu keseimbangan kehidupan. melalui festival tanabata manusia di ajak untuk tidak hanya berharap dan bermimpi tetapi juga untuk bersabar, bekerja keras dan percaya bahwa setiap pertemuan atau perwujudan dari apa yang kita cita citakan pasti memerlukan yang nama nya pengorbanan 😊
.jpeg)




Komentar
Posting Komentar